Kapankah tari Janger diciptakan? Siapakah penciptanya? Pertanyaan ini
bisa diteruskan untuk seni tari lainnya, dan kita tak akan mendapatkan
jawaban yang memuaskan.
Janger barangkali lebih muda dibandingkan Cak. Tetapi, saya tak tahu
persis, belum pernah menemukan buku tentang sejarah Janger. Kalau drama
tari Gambuh, sudah terbit buku dengan editor Maria Cristina Formaggia.
Ini buku tentang Gambuh yang paling lengkap. Gambuh diperkirakan sudah
ada pada abad XIV dan terus mengalami evolusi sampai abad XVII. Bentuk
tarinya kemudian mengalami ”balinisasi” di abad XIX sampai abad XX.
Lalu, ini yang menyedihkan, Gambuh nyaris mati di abad XXI ini.
Bagaimana dengan Janger? Janger Kedaton
berusia 100 tahun. Itu berarti Janger sudah berusia seabad lebih, dan
kita tidak tahu apakah usia sejatinya dua abad atau tiga abad. Belum ada
penelitian ke arah itu, termasuk bagaimana evolusi Janger dari abad ke
abad. Bahwa di Banjar Kedaton telah ada Janger sejak tahun 1906 dan
terus dipelihara dari waktu ke waktu tentu merupakan prestasi
tersendiri. Lestarinya kesenian di sebuah desa di Bali umumnya dikaitkan
dengan hal-hal mistis. Janger Kedaton pun demikian. Masyarakat boleh
beralih profesi, tetapi kesenian tetap dipertahankan karena dipayungi
oleh hal-hal mistis dan sakral. Perjalanan Janger ini menjadi sisi
menarik yang layak didokumentasikan.
Seni tari Janger mengalami banyak perubahan dari waktu ke waktu. Ini
disebabkan pola dasar tari Janger adalah adanya dua kelompok yang
bertembang saling bersautan. Di daerah-daerah lain Nusantara, jenis
kesenian yang bertembang bersautan juga ada, baik berupa kidung
tradisional maupun berpantun. Dan, kesenian seperti itu mengalami
perubahan yang sama dengan Janger, yakni masuknya unsur-unsur aktual
tentang situasi dan kondisi masyarakat pada zamannya.
Janger yang ”tradisional”, meski belum ada penelitian tentang itu,
bercerita tentang kelompok muda-mudi yang lagi dimabuk asmara, yang
sangat populer di Bali yang dilakukan oleh sekitar 10 pasang muda-mudi.
Selama tarian berlangsung kelompok penari wanita (Janger) dan kelompok
penari pria (Kecak) menari dan bernyanyi bersahut-sahutan tentang
kisah-kisah asmara, dari cara berkenalan, menanyakan identitas, dan
menjurus ke rayuan. Semuanya dilakukan dengan riang gembira. Mungkin
keriangan itu ciri khas Janger yang tidak mengalami perubahan.. Pada
umumnya lagu-lagunya bersifat gembira sesuai dengan alam kehidupan
mereka. Gamelan yang biasa dipakai mengiringi tari Janger disebut Batel
(Tetamburan) yang dilengkapi dengan sepasang gender wayang. Munculnya
Janger di Bali diduga sekitar abad ke XX, merupakan perkembangan dari
tari sanghyang. Jika kecak merupakan perkembangan dari paduan suara
pria, sedangkan jangernya merupakan perkembangan dari paduan suara
wanita.
Lakon yang dibawakan dalam Janger antara lain: Arjuna Wiwaha, Sunda
Upasunda dan lain sebagainya. Tari Janger dapat dijumpai hampir di
seluruh daerah Bali, masing-masing daerah mempunyai variasi tersendiri
sesuai dengan selera masyarakat setempat.
* Di daerah Tabanan tari Janger biasa dilengkapi dengan penampilan
peran Dag (seorang berpakaian seperti jenderal tentara Belanda dengan
gerak-gerak improvisasi yang kadang-kadang memberi komando kepada penari
Janger maupun Kecak).
* Di desa Metra (Bangli) terdapat tari Janger yang pada akhir pertunjukannya para penarinya selalu kerauhan
* Di desa Sibang (Badung) terdapat tari Janger yang diiringi dengan
Gamelan Gong Kebyar yang oleh masyarakat setempat menamakannya Janger
Gong.
Pada dasawarsa 1960-an, terutama menjelang tahun 1965, Janger di Bali
diracuni masalah politik yang mencerminkan adanya pertentangan di
tengah-tengah masyarakat. Ada Janger PKI dan ada Janger PNI dan mereka
saling sindir. Pakaian penari pun, terutama kelompok pria, mengalami
perubahan sesuai dengan situasi saat itu. Janger kelompok pria memakai
celana dan sering di tangannya ada pedang. Jadi, gerak tarinya adalah
kombinasi dari gerakan silat. Mereka berteriak dengan cara koor:
”Marhaen menang, Pancasila jaya”, itu bagi Janger PNI. Sedangkan janger
PKI bernyanyi koor: ”Sama rata, sama rasa, sosialisme ala Indonesia.”
Banyak lagi jargon-jargon khas zaman itu, yang saat ini menjadi sesuatu
yang menggelikan untuk dikenang.
”Janger politik” itu tidak lagi bercerita tentang kisah asmara,
tetapi ”kisah keluarga”, melalui tembang-tembangnya. Misalnya, Janger
kelompok pria bertembang tentang kepergiannya memperjuangkan nasib
rakyat, kalau dia meninggal, jangan cari suami yang berlainan partai.
Kelompok Janger wanita menjawab dengan tegas, bahwa ia akan melanjutkan
perjuangan.
Tetapi tidak semua sekaa Janger terlibat dalam ”politik praktis”. Ada
yang netral, namun cara berpakaian dan isi tembang mengikuti
perkembangan saat itu. Misalnya, Janger kelompok pria bernyanyi tentang
kepergiannya menjadi sukarelawan. Koor yang dikumandangkan selalu
diakhiri dengan jargon: ”Ganyang Malaysia”. Janger kelompok wanita
bertembang tentang cinta kasih sambil menyiapkan bekal untuk
”mengganyang Malaysia”.
Setelah meletusnya G-30-S/PKI, lama kesenian Janger menghilang.
Masyarakat Bali trauma dengan Janger, seolah-olah kesenian itu adalah
simbol dari ”sisi gelap” Bali, betapa mudahnya orang Bali diadu-domba
dan saling membunuh sesamanya. Janger baru muncul kembali di masa Orde
Baru. Dan lagi-lagi Janger menjadi corong politik, kali ini ”politik
pembangunan”. Maka ada Janger tentang Keluarga Berencana. Meski
kisah-kisah asmara masih ada, tetapi itu hanya sebagai pembuka sebelum
masuk ke kisah intinya yaitu propaganda pemerintah tentang
keberhasilannya. Orang tentu masih ingat, Gubernur Bali Ida Bagus Oka
hampir setiap HUT Pemda Bali mengajak stafnya menari Janger.
Sekaa Janger yang kini masih aktif antara lain Janger Kedaton (Denpasar) dan Janger Singapadu (Gianyar).
Sejarah Janger semestinya diteliti lebih jauh. Kalaupun tak bisa
menyeluruh, dimulai dari sejarah Janger lokal. Bagaimana perjalanan
Janger Kedaton yang berusia 100 tahun itu, bagaimana perjalanan Janger
Peliatan yang termasyur itu. Lagu bagaimana dengan kisah-kisah ”janger
politik” yang banyak muncul di Jembrana dan Tabanan di masa lalu. Apa
kita harus menunggu penulis asing, seperti halnya tentang Gambuh, untuk
membukukan riwayat Janger?
*Dari berbagai sumber
Pilihan
- Android (GingerBread)
- Pengalaman Daftar Gojek Jabotabek
- Belajar membaca bahasa tubuh
- Daftar Tari Tradisional Indonesia
- Waktu Geologi
- 16 pelanggaran dalam bermain basket
- Tipe cewek yang di sukai sama cowok
- Tata Cara Pendaftaran Sidang Gunadarma (Kompre)
- Kepribadian Anda Sesuai Golongan Darah
- Pale Moon Web Browser
Minggu, 28 Juli 2013
Senin, 25 Maret 2013
Macam-Macam Majas dan Contohnya
Macam-Macam Majas dan Contohnya. Majas atau Gaya Bahasa adalah bahasa kias yang dipergunakan untuk menimbulkan kesan imajinatif atau menciptakan efek-efek tertentu bagi pembaca atau pendengarnya. Jenis-jenis majas yang sangat banyak ini sering kali digunakan oleh penyair dalam membuat puisinya. Untuk mengetahui makna dalam puisi, kita memang harus menguasai macam-macam majas.
Dalam artikel ini, Science And Education akan mencoba menerangkan beberapa jenis majas yang sering dipakai (familiar) termasuk yang sering keluar sebagai ujian. Untuk memudahkan memahami, dijelaskan juga macam-macam majas dan contohnya.
Sebelum membahas lebih dalam, kita perlu ketahui Majas pada dasarnya terdiri atas:
Dalam artikel ini, Science And Education akan mencoba menerangkan beberapa jenis majas yang sering dipakai (familiar) termasuk yang sering keluar sebagai ujian. Untuk memudahkan memahami, dijelaskan juga macam-macam majas dan contohnya.
Sebelum membahas lebih dalam, kita perlu ketahui Majas pada dasarnya terdiri atas:
1). Majas Perbandingan;
2). Majas Pertentangan;
3). Majas Sindiran;
4). Majas Penegasan.
A. Majas Perbandingan
Majas Perbandingan ialah kata-kata
berkias yang menyatakan perbandingan untuk meningkatkan kesan dan
pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Ditinjau dari cara
pengambilan perbandingannya, Majas Perbandingan dibagi menjadi:
1) Asosiasi atau Perumpamaan
Majas
asosiasi atau perumpamaan adalah perbandingan dua hal yang pada
hakikatnya berbeda, tetapi sengaja dianggap sama. Majas ini ditandai
oleh penggunaan kata bagai, bagaikan, seumpama, seperti, dan laksana.
Contoh :
a) Semangatnya keras bagaikan baja.
b) Mukanya pucat bagai mayat.
c) Wajahnya kuning bersinar bagai bulan purnama
2) Metafora
Metafora adalah majas yang mengungkapkan ungkapan secara langsung berupa perbandingan analogis.
Me·ta·fo·ra
/métafora/ : Pemakaian kata atau kelompok kata bukan dengan arti yang
sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan persamaan atau
perbandingan, misalnya tulang punggung dalam kalimat pemuda adalah tulang punggung negara
Contoh:
a) Engkau belahan jantung hatiku sayangku. (sangat penting)
b) Raja siang keluar dari ufuk timur
c) Jonathan adalah bintang kelas dunia.
d) Harta karunku (sangat berharga)
e) Dia dianggap anak emas majikannya.
f) Perpustakaan adalah gudang ilmu.
3) Personifikasi
Personifikasi adalah majas yang membandingkan benda-benda tak bernyawa seolah-olah mempunyai sifat seperti manusia.
Contoh:
a) Badai mengamuk dan merobohkan rumah penduduk.
b) Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai.
c) Peluit wasit menjerit panjang menandai akhir dari pertandingan tersebut.
4) Alegori
Alegori adalah Menyatakan dengan cara lain, melalui kiasan atau penggambaran.
Alegori:
majas perbandingan yang bertautan satu dan yang lainnya dalam kesatuan
yang utuh. Contoh: Suami sebagai nahkoda, Istri sebagai juru mudi
Alegori biasanya berbentuk cerita yang penuh dengan simbol-simbol bermuatan moral.
Contoh:
Perjalanan
hidup manusia seperti sungai yang mengalir menyusuri tebing-tebing,
yang kadang-kadang sulit ditebak kedalamannya, yang rela menerima segala
sampah, dan yang pada akhirnya berhenti ketika bertemu dengan laut.
5) Simbolik
Simbolik adalah majas yang melukiskan sesuatu dengan
mempergunakan benda, binatang, atau tumbuhan sebagai simbol atau lambang.
Contoh:
a) Ia terkenal sebagai buaya darat.
b) Rumah itu hangus dilalap si jago merah.
c) Bunglon, lambang orang yang tak berpendirian
d) Melati, lambang kesucian
e) Teratai, lambang pengabdian
6) Metonimia
Metonimia
adalah majas yang menggunakan ciri atau lebel dari sebuah benda untuk
menggantikan benda tersebut.Pengungkapan tersebut berupa penggunaan nama
untuk benda lain yang menjadi merek, ciri khas, atau atribut.
Contoh:
a) Di kantongnya selalu terselib gudang garam. (maksudnya rokok gudang garam)
b) Setiap pagi Ayah selalu menghirup kapal api. (maksudnya kopi kapal api)
c) Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)
7) Sinekdok
Sinekdok
adalah majas yang menyebutkan bagian untuk menggantikan benda secara
keseluruhan atau sebaliknya. Majas sinekdokhe terdiri atas dua bentuk
berikut.
a) Pars pro toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.
Contoh:
(a) Hingga detik ini ia belum kelihatan batang hidungnya.
(b) Per kepala mendapat Rp. 300.000.
b) Totem pro parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.
Contoh:
(a) Dalam pertandingan final bulu tangkis Rt.03 melawan Rt. 07.
(b) Indonesia akan memilih idolanya malam nanti.
8. Simile:
Pengungkapan dengan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung, seperti layaknya, bagaikan, " umpama", "ibarat","bak", bagai".
Contoh:
Kau umpama air aku bagai minyaknya, bagaikan Qais dan Laila yang dimabuk cinta berkorban apa saja.
B. Majas Pertentangan
Majas Pertentangan adalah
“Kata-kata berkias yang menyatakan pertentangan dengan yang
dimaksudkan sebenarnya oleh pembicara atau penulis dengan maksud untuk
memperhebat atau meningkatkan kesan dan pengaruhnya kepada pembaca atau
pendengar”. Jenis-jenis Majas Pertentangan dibedakan menjadi berikut.
1) Antitesis
Antitesis adalah majas yang mempergunakan pasangan kata yang berlawanan artinya.
Contoh:
a) Tua muda, besar kecil, ikut meramaikan festival itu.
b) Miskin kaya, cantik buruk sama saja di mata Tuhan.
2) Paradoks
Paradoks adalah majas yang mengandung pertentangan antara pernyataan dan fakta yang ada.
Contoh;
a) Aku merasa sendirian di tengah kota Jakarta yang ramai ini.
b) Hatiku merintih di tengah hingar bingar pesta yang sedang berlangsung ini.
3) Hiperbola
Majas
hiperbola adalah majas yang berupa pernyataan berlebihan dari
kenyataannya dengan maksud memberikan kesan mendalam atau meminta
perhatian.
Contoh:
a) Suaranya menggelegar membelah angkasa.
b) Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.
4) Litotes
Litotes
adalah majas yang menyatakan sesuatu dengan cara yang berlawanan dari
kenyataannya dengan mengecilkan atau menguranginya. Tujuannya untuk
merendahkan diri.
Contoh:
a) Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
b) Mengapa kamu bertanya pada orang yang bodoh seperti saya
ini?
C. Majas Sindiran
Majas Perbandingan ialah kata-kata
berkias yang menyatakan sindiran untuk meningkatkan kesan dan
pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas sindirian dibagi
menjadi:
1) Ironi
Ironi adalah majas yang menyatakan hal yang bertentangan denganmaksud menyindir.
Contoh:
a) Ini baru siswa teladan, setiap hari pulang malam.
b) Bagus sekali tulisanmu sampai tidak dapat dibaca.
2) Sinisme
Sinisme adalah majas yang menyatakan sindiran secara langsung.
Contoh :
a) Perkataanmu tadi sangat menyebalkan, tidak pantas diucapkan oleh orang terpelajar sepertimu.
b) Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu.
3) Sarkasme
Sarkasme adalah majas sindiran yang paling kasar. Majas ini biasanya diucapkan oleh orang yang sedang marah.
Contoh:
a) Mau muntah aku melihat wajahmu, pergi kamu!
b) Dasar kerbau dungu, kerja begini saja tidak becus!
D. Majas Penegasan
Majas Perbandingan ialah kata-kata berkias yang menyatakan penegasan untuk meningkatkan kesan dan pengaruhnya terhadap pendengar atau pembaca”. Majas penegasan terdiri atas tujuh bentuk berikut.
1) Pleonasme
Pleonasme adalah majas yang menggunakan kata-kata secara berlebihan dengan maksud menegaskan arti suatu kata.
Contoh:
a) Semua siswa yang di atas agar segera turun ke bawah.
b) Mereka mendongak ke atas menyaksikan pertunjukan pesawat tempur.
2) Repetisi
Repetisi adalah majas perulangan kata-kata sebagai penegasan.
Contoh:
a) Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap.
b) Marilah kita sambut pahlawan kita, marilah kita sambut idola kita, marilah kita sambut putra bangsa.
3) Paralelisme
Paralelisme adalah majas perulangan yang biasanya ada di dalam puisi.
Contoh:
Cinta adalah pengertian
Cinta adalah kesetiaan
Cinta adalah rela berkorban
4) Tautologi
Tautologi
adalah majas penegasan dengan mengulang beberapa kali sebuah kata dalam
sebuah kalimat dengan maksud menegaskan. Kadang pengulangan itu
menggunakan kata bersinonim.
Contoh:
a) Bukan, bukan, bukan itu maksudku. Aku hanya ingin bertukar pikiran saja.
b) Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur, dan bersaudara.
5) Klimaks
Klimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut dan makin lama makin meningkat.
Contoh:
a) Semua orang dari anak-anak, remaja, hingga orang tua ikut antri minyak.
b) Ketua Rt, Rw, kepala desa, gubernur, bahkan presiden sekalipun tak berhak mencampuri urusan pribadi seseorang.
6) Antiklimaks
Antiklimaks adalah majas yang menyatakan beberapa hal berturutturut yang makin lama menurun.
a) Kepala sekolah, guru, dan siswa juga hadir dalam acara syukuran itu.
b) Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT RI ke -62.
7) Retorik
Retorik
adalah majas yang berupa kalimat tanya namun tak memerlukan jawaban.
Tujuannya memberikan penegasan, sindiran, atau menggugah.
Contoh:
a) Kata siapa cita-cita bisa didapat cukup dengan sekolah formal saja?
b) Apakah ini orang yang selama ini kamu bangga-banggakan ?
d. Majas Pertentangan
Senin, 21 Januari 2013
Pendidikan Seks
A.DAMPAK SEKS BEBAS
1.Pengertian pendidikan seks
Pendidikan seks dapat diartikan
sebagai penerangan tentang anatomi fisiologi seks manusia,bahaya penyakit
kelamin.Pendidikan seks adalah membimbing serta mengasuh seseorang agar
mengerti tentang arti,fungsi,dan tujuan seks,sehingga ia dapat menyalurkan
secara baik,benar,dan legal.Pendidikan seks dapat dibedakan antara seks
instruction dan education in sexuality.Sex instruction ialah penerangan
mengenai anatomi,seperti pertumbuhan rambut pada ketiak,dan mengenai biologi
dari reproduksi,yaitu proses berkembang biak melalui hubungan untuk
mempertahankan jenisnya.Termasuk didalamnya pembinaan keluarga dan metode
kontrasepsi dalam mencegah terjadinya kehamilan.Education in sexuality meliputi
bidang-bidang etika,moral,fisiologi,ekonomi,dan pengetahuan lainnya yang di
butuhkan agar seseorang dapat memahami dirinya sendiri sebagai individual
seksual,serta mengadakan ubungan interpersonal yang baik.
2.Tujuan pendidikan seks
Tujuan pendikan seks secara umum
sesuai dengan kesepakatan interpersonal”conference of sex education anfd family
planning pada tahun 1962,adalah:”Untuk menghasilkan manusia-manusia dewasa yang
dapat menjalankan kehidupan yang bahagia.Serta bertanggung jawab terhadap
dirinya dan terdapat orang lain.
*Tujuan pendidikan seks
a.Membentuk pengertian tentang
perbedaan seks antara pria dan wanita dalam keluarga,pekerjaan dan seluruh
kehidupan,yang selalu berubah dan berbeda dalam tiap masyarakat dan kebudayaan.
b.Membentuk pengertian tentang
peranan seks dalam kehidupan manusia dan keluarga.
c.Mengembangkan pengertian diri
sendiri sehubungan dengan fungsi dan kebutuhan seks.
d.Membantu siswa dalam mengembangkan
kepribadian sehingga mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab.
3.Pendikan seks penting bagi remaja
Kini kemajuan dibidang teknologi
informasi telah mengubah struktur pandangan hidup masyarakat.Dampak negatif
dari kemajuan adalah pergeseran nilai dan moral yang terjadi dalam
masyarakat.Nilai moral social yang dulu dianggap tabu dan ertentangan dengan
norma agama,tidak demikian oleh sebagian kaum remaja.
*Alasan pendidikan seks sangat
penting diajarkan kepada para remaja adalah:
a.Dapat mencegah penyimpangan dan
kelainan seksual.
b.Dapat memelihara tegaknya
nilai-nilai moral.
c.Dapat mengatasi gangguan psikis.
d.Dapat memberi pengetahuan dalam
menghadapi perkembangan anak.
B .Bahaya seks bebas
Berikut beberapa bahaya utama
peranan seks bebas:
a.Menciptakan kenangan buruk
b.Mengakibatkan kehamilan
c.Menggurkan kandungan (aborsi)dan
pembunuhan bayi
d.Penyebaran penyakit
e.Timbul rasa ketagihan
C.Menghindari seks bebas
1.a.Memisahkan tempat tidur anak
b.Meminta izin ketika memasuki kamar
orang tua
c.Mengajarkan adab memandang lawan
jenis
d.Larangan menyebarkan rahasia suami-istri
2.Pencegahan seks bebas dalam
keluarga
a.Keluarga harus mengerti tentang
permasalahan sesk sebelum menjelaskan kepada anak-anak.
b.Jangan menjelaskan masalah seks
pada anak laki-laki dan perempuan pada waktu dan ruang yang sama
c.Hindari hal-hal yang berbau porno
pada saat menjelaskan masalah seks
dTanamkanlah etika memelihara diri
dari perbuatan-perbuatan maksiat
e.Membangun sikap saling percaya
antara orang tua dan anak
ATURAN YANG MENCEGAH SEKS BEBAS
Kebebasan dalam hidup adalah hak
asasi setiap manusia, namun kebebasan tersebut tentu saja merupakan kebebasan
yang bertanggung jawab. Untuk mencegah kebebasan yang tidak terbatas maka
terciptalah norma-norma yang yang membatasi kebebasan seseorang agar tidak
melanggar nilai-nilai moral yang berlaku di masyarakat. Sesuai dengan topik
makalah ini tentang perilaku seks bebas di kalangan remaja, ada norma sosial
maupun norma hukum yang membatasi pergaulan seseorang agar tidak terjerumus
dalam hal-hal yang tidak baik seperti kelakuan seks bebas.
Yang pertama, norma-norma sosial
yang berlaku di masyarakat , antara lain:
- Norma agama adalah peraturan sosial yang sifatnya mutlak sebagaimana penafsirannya dan tidak dapat ditawar-tawar atau diubah ukurannya karena berasal dari Tuhan.
- Norma kesusilaan adalah peraturan sosial yang berasal dari hati nurani yang menghasilkan akhlak, sehingga seseorang dapat membedakan antara mana yang dianggap baik dan mana yang dianggap buruk.
- Norma kesopanan adalah peraturan sosial yang mengarah pada hal-hal yang berkenaan dengan bagaimana seseorang harus bertingkah laku yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat.
Norma-norma tersebut tentu saja
dengan tegas melarang adanya seks bebas yang merusak moral siapapun yang
melakukannya.
Yang kedua, norma hukum di Indonesia
yang mengatur tentang pelarangan tentang pelarangan seks bebas adalah UU Nomor
44 Tahun 2008 tentang pornografidan KUHP pasal 284. Walaupun pada kenyataannya
perangkat hukum tersebut masih rapuh karena belum bisa menindak tegas para
pelaku seks bebas. Pelaku seks bebas tidak bisa disebut melanggar UU Pornografi
bila perbuatan itu tidak dimaksudkan untuk konsumsi masyarakat. Juga tidak bisa
dikategorikan zina menurut KUHP, karena zina menurut KUHP merupakan delik
aduan, jadi mereka baru bisa dikatakan berzina bila ada yang mengadukan.
Intinya, walaupun ada norma-norma
tersebut, yang menjadi tameng utama dari perilaku seks bebas adalah diri kita
sendiri. Kita harus menyadari akan bahaya seks bebas, juga yang terpenting
adalah meningkatkan kualitas iman kita agar tidak terjerumus ke dunia seks
bebas.
Sabtu, 12 Januari 2013
Hidroponik
Hidroponik (Inggris: hydroponic) berasal dari kata Yunani yaitu
hydro yang berarti air dan ponos yang artinya daya.
Hidroponik juga dikenal sebagai soilless culture atau budidaya tanaman tanpa tanah.
Jadi hidroponik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air
dan tanpa menggunakan tanah sebagai media tanam atau soilless.
Teknik hidroponik banyak dilakukan dalam skala kecil sebagai hobi di kalangan
masyarakat Indonesia. Pemilihan jenis tanaman yang akan dibudidayakan untuk skala usaha
komersial harus diperhatikan. Jenis tanaman yang mempunyai nilai jual di atas
rata-rata di antaranya yaitu:
- Paprika
- Tomat
- Timun Jepang
- Melon
- Terong Jepang
- Selada
Bertanam dengan sistem hidroponik, dalam dunia pertanian bukan merupakan hal yang baru. Namun demikian hingga kini masih banyak masyarakat yang belum tahu dengan jelas bagaimana cara melakukan dan apa keuntungannya. Untuk itu dalam tulisan ini akan dipaparkan secara ringkas dan praktis bertanam dengan cara hidroponik. Dalam kajian bahasa, hidroponik berasal dari kata hydro yang berarti air dan ponos yang berarti kerja. Jadi, hidroponik memiliki pengertian secara bebas teknik bercocok tanam dengan menekankan pada pemenuhan kebutuhan nutrisi bagi tanaman, atau dalam pengertian sehari-hari bercocok tanam tanpa tanah. Dari pengertian ini terlihat bahwa munculnya teknik bertanam secara hidroponik diawali oleh semakin tingginya perhatian manusia akan pentingnya kebutuhan pupuk bagi tanaman.
Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman
akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu
tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanah
adalah untuk penyangga tanaman dan air
yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa
diserap tanaman. Pola pikir inilah yang akhirnya
melahirkan teknik bertanam dengan hidroponik, di mana yang ditekankan adalah
pemenuhan kebutuhan nutrisi.
Sejarah
Hidroponik
Sejarah hidroponik bisa dibilang
sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu, seperti kita ketahui di Babylon yang
merupakan negara di Mesopotamia kuno, peninggalannya yang tersisa sekarang
adalah sebuah kota kecil antara sungai efrat dan sungai tigris sekitar 85 km
sebelah selatan kota Baghdad, Irak. Pada masa kekaisaran Babilonia di kota
tersebut terdapat sebuah taman yang dikenal dengan sebutan “taman gantung” atau
“hanging garden” yang dibuat kira-kira tahun 600 SM. Taman gantung ini adalah
merupakan hadiah dari Raja Nebukadnezar II untuk istri tercintanya bernama
Amytis, yang juga sebagai permaisuri. Taman gantung ini dibuat secara
bertingkat dan tidak semuanya menggunakan media tanah sebagai media tanam, luas
dari taman ini diperkirakan sekitar 16187.44 m². Taman gantung ini juga telah
masuk sebagai salah satu dari 7 keajaiban dunia.
Seperti halnya Babylon, negeri Cina juga telah mencoba menerapkan cara bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah sebagai media tanam. Cina telah menerapkan teknik bercocok tanam yang dikenal dengan “taman terapung”. Bahkan di Mesir, Cina dan India juga sudah menerapkan cara bercocok tanam yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanam, mereka sudah menggunakan pupuk organik yang mereka gunakan sebagai supply bahan makan untuk tanaman yang mereka tanam di dalam bedengan pasir yang terletak di tepi sungai. Cara bercocok tanam seperti ini dikenal dengan istilah “river bed cultivation”
Istilah hidroponik lahir sekitar tahun 1936, sebagai penghargaan yang diberikan kepada DR. WF. Gericke, seorang agronomis dari Universitas California. DR. WF. Gericke ini melakukan percobaan dan penelitian dengan menanam tomat di dalam bak yang berisi mineral sehingga tomat tersebut mapu bertahan hidup dan dapat tumbuh sampai ketinggian 300 cm juga memiliki buah yang lebat. Sebelumnya beberapa ahli patologis tanaman juga melakukan percobaaan dan penelitian untuk dapt melakukan bercocok tanam tanpa media tanah sebagai media tanam, sehingga pada masa itu bermunculan istilah-istilah : “nutri culture”, “water culture”, ”gravel bed culture”, dan istilah “solution cilture”.
Penemuan besar ini telah menjadi trend di abad 20, karena bercocok tanam dengan cara hidroponik dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk ibu rumah tangga sekalipun yang gemar bertanam tanam hias.
Bisa juga kita lihat, pada kisaran tahun 1950 ketika Jepang dbombardir dengan bom atom oleh sekutu yang membuat tanah di negara Jepang menjadi kering dan tandus. Negara Jepang juga menerapkan system bercocok tanam dengan teknik Hidroponik. Irak, Bahrain dan negara-negara gurn pasir juga telah menerapkan cara bercocok tanam dengan teknik hidroponik, karena tanah di negara-negara tersebut hanya berupa gurun pasir yang tandus.
Seperti halnya Babylon, negeri Cina juga telah mencoba menerapkan cara bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah sebagai media tanam. Cina telah menerapkan teknik bercocok tanam yang dikenal dengan “taman terapung”. Bahkan di Mesir, Cina dan India juga sudah menerapkan cara bercocok tanam yang tidak menggunakan tanah sebagai media tanam, mereka sudah menggunakan pupuk organik yang mereka gunakan sebagai supply bahan makan untuk tanaman yang mereka tanam di dalam bedengan pasir yang terletak di tepi sungai. Cara bercocok tanam seperti ini dikenal dengan istilah “river bed cultivation”
Istilah hidroponik lahir sekitar tahun 1936, sebagai penghargaan yang diberikan kepada DR. WF. Gericke, seorang agronomis dari Universitas California. DR. WF. Gericke ini melakukan percobaan dan penelitian dengan menanam tomat di dalam bak yang berisi mineral sehingga tomat tersebut mapu bertahan hidup dan dapat tumbuh sampai ketinggian 300 cm juga memiliki buah yang lebat. Sebelumnya beberapa ahli patologis tanaman juga melakukan percobaaan dan penelitian untuk dapt melakukan bercocok tanam tanpa media tanah sebagai media tanam, sehingga pada masa itu bermunculan istilah-istilah : “nutri culture”, “water culture”, ”gravel bed culture”, dan istilah “solution cilture”.
Penemuan besar ini telah menjadi trend di abad 20, karena bercocok tanam dengan cara hidroponik dapat dilakukan oleh siapa saja, termasuk ibu rumah tangga sekalipun yang gemar bertanam tanam hias.
Bisa juga kita lihat, pada kisaran tahun 1950 ketika Jepang dbombardir dengan bom atom oleh sekutu yang membuat tanah di negara Jepang menjadi kering dan tandus. Negara Jepang juga menerapkan system bercocok tanam dengan teknik Hidroponik. Irak, Bahrain dan negara-negara gurn pasir juga telah menerapkan cara bercocok tanam dengan teknik hidroponik, karena tanah di negara-negara tersebut hanya berupa gurun pasir yang tandus.
Media
Hidroponik
arang sekam,
pasir, zeolit, rockwoll, gambut (peat
moss), dan serbuk
sabut kelapa,
kerikil, pecahan batu bata
Tanaman
Bisa Hidup karena :
- Bersifat poros atau mudah membuang air yang berlebihan;
- Berstruktur gembur, subur dan dapat menyimpan air yang cukup untuk pertumbuhan tanaman;
- Tidak mengandung garam laut atau kadar salinitas rendah;
- Keasaman tanah netral hingga alkalis, yakni pada pH 6 – 7;
- Tidak mengandung organisme penyebab hama dan penyakit;
- Mengandung bahan kapur atau kaya unsur kalsium.
Kekurangan
& Kelebihan
-Kelebihan
·
Kemampuan
menyimpan air dan nutrisi tinggi
·
Baik bagi
perkembangan mikroorganisme bermanfaat (mikroriza dll)
·
Aerasi
optimal (porus)
·
Kemampuan
menyangga pH tinggi
·
Sangat
cocok bagi perkembangan perakaran
-Kekurangan
·
Bukan
media yang baik bagi perkembangan organisme bermanfaat seperti Mikoriza
·
Media
lebih berat, karena umumnya berupa batuan
·
Terlalu
cepat mengatuskan air, nutrisi yang diberikan sering terlindi
·
Kurang
baik bagi perkembangan sistem perakaran
·
Tidak
permanen, hanya dapat digunakan beberapa kali saja, secara rutin harus diganti
Langganan:
Postingan (Atom)